Temuan dan Pengalaman Empirik RUUMA oleh PEREMPUAN AMAN
Temuan dan Pengalaman Empirik RUUMA oleh PEREMPUAN AMAN Read More »
Menghadirkan Hak-Hak Perempuan Adat dalam Naskah Akademik dan RUU Masyarakat Adat Jakarta, 4 Agustus 2016 – Dari Konsultasi Nasional yang digelar oleh PEREMPUAN AMAN pada 19 – 22 April 2016 disadari bahwa Naskah Akademik di tahun 2011 masih belum menggambarkan pengalaman dan realitas sosial dari perempuan adat. Di dalam Naskah Akademik tersebut cenderung mengasumsikan masyarakat adat
Menghadirkan Hak-Hak Perempuan Adat dalam Naskah Akademik dan RUU Masyarakat Adat Read More »
Perlindungan Negara terhadap Perempuan Adat Melalui UU Masyarakat Adat “Identitas Perempuan Adat melekat erat pada 3 aspek, yaitu wilayah, pengetahuan dan otoritas didalam komunitasnya” Jakarta, 21 April 2016 – Rancangan Undang-undang tentang pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat yang gagal masuk prolegnas tahun 2016 dimanfaatkan oleh PEREMPUAN AMAN menjadi peluang bagi masuknya ruang untuk
Perlindungan Negara terhadap Perempuan Adat Melalui UU Masyarakat Adat Read More »
Pentingnya Hak Perempuan Adat dalam RUU Masyarakat Adat Jakarta, 21 April 2016 – Meski Rancangan Undang-Undang tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat gagal masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2016, hal ini tidak mematahkan semangat perempuan adat. Kondisi yang membuat 70 juta masyarakat adat kecewa atas hasil Sidang Paripurna ke-17 DPR di awal tahun,
Pentingnya Hak Perempuan Adat dalam RUU Masyarakat Adat Read More »
Perempuan Adat Sebagai Penjaga Ketahanan Hidup Generasi Mendatang Jakarta, 20 April 2016 – Persekutuan Perempuan Adat Nusantara AMAN (PEREMPUAN AMAN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 untuk kepengurusan 2015-2020 dengan tema “Memperkuat Organisasi melalui Wilayah Pengorganisasian” di The Akmani Hotel, Jakarta hari ini. Pelaksanaan rapat tersebut merupakan mandate statuta PEREMPUAN AMAN 2015-2020 yang mewajibkan Ketua
Sambutan SEK JEND AMAN Abdon Nababan Selamat Pagi. Apa kabar Perempuan Adat? SEMANGAT!! Masyarakat Adat Bangkit Bersatu. Berdaulat. Bangkit Bersatu. Mandiri. Bangkit Bersatu. Bermartabat!! Terima kasih.Bapak-Ibu, saudara-saudara sekalian, Perempuan Adat.Saya bahagia hadir di tempat ini. Karena itu saya ingin menyambut para hadirin semua, para pendukung setia, Komnas Perempuan. Kita tepuk tangan untuk Komnas Perempuan [yang]